Artikel



Kiriman Artikel dari Dr. Syabuddin Gade, M.Ag ( Dosen )
NIP 19680802

Membina Aqidah Generasi Muda

Lead

MEMBINA AQIDAH GENERASIMUDA

(Khutbah Jum’at di Mesjid RayaBaiturrahman,
tanggal 13 April 2012)

 Oleh:

Dr. SyabuddinGade, M.Ag

(Dosen Fak. Tarbiyah, IAINAr-Raniry)

Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah

Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib tidakpernah bosan-bosannya untuk menghimbau diri khatib secara pribadi dan parajama’ah sekalian untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah di mana saja kitaberada dengan berupaya semaksimal mungkin mengerjakan perintah-perintahNya danmenjauhi laranga-laranganNya. Karena tidak ada bekal terbaik di hari kiamatkelak yang membuat kita Mulia di sisiNya melainkan dengan taqwa. Karena tidakada yang mampu menjadi tameng kita dari adzab dan api nerakaNya melainkanadalah taqwa yang kita miliki. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya;

Berbekallah,dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku haiorang-orang yang berakal.” (QS. al-Baqarah:197)

Rasulullah bersabda,

اِتَّقِ اللهَ حَيْثمُاَ كُنْتَ وَأَتبْعِ السَّيِّئَةَ اْلحَسَنَةَتَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلقُ حَسَنٍ (رَوَاهُ التِّرْمِذِي)

Bertakwalah kamu di mana saja kamu berada, dansertakanlah olehmu kejahatan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskannya(kejahatan tersebut), serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”. (HR.at-Tirmidzi, dengan sanad hasan shahih)



Isi

MEMBINA AQIDAH GENERASIMUDA

(Khutbah Jum’at di Mesjid RayaBaiturrahman, tanggal 13 April 2012)

Oleh:

Dr. SyabuddinGade, M.Ag

(Dosen Fak. Tarbiyah, IAINAr-Raniry)

Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah

Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib tidakpernah bosan-bosannya untuk menghimbau diri khatib secara pribadi dan parajama’ah sekalian untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah di mana saja kitaberada dengan berupaya semaksimal mungkin mengerjakan perintah-perintahNya danmenjauhi laranga-laranganNya. Karena tidak ada bekal terbaik di hari kiamatkelak yang membuat kita Mulia di sisiNya melainkan dengan taqwa. Karena tidakada yang mampu menjadi tameng kita dari adzab dan api nerakaNya melainkanadalah taqwa yang kita miliki. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya;

Berbekallah,dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku haiorang-orang yang berakal.” (QS. al-Baqarah:197)

Rasulullah saw bersabda,

اِتَّقِ اللهَ حَيْثمُاَ كُنْتَ وَأَتبْعِ السَّيِّئَةَ اْلحَسَنَةَتَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلقُ حَسَنٍ (رَوَاهُ التِّرْمِذِي)

Bertakwalah kamu di mana saja kamu berada, dansertakanlah olehmu kejahatan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskannya(kejahatan tersebut), serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”. (HR.at-Tirmidzi, dengan sanad hasan shahih)

Hamba Allahyang mulia!

Krisis aqidahmerupakan salah satu krisis terparah yang melanda kehidupan umat Islam,terutama di kalangan generasi muda. Sebagai contoh, betapa banyak generasi mudaAceh  sukses dibujuk rayu ke jalan sesatsehingga mereka menjadi pengikut setia aliran sesat,  Millata Abraham, mukmin muballighataupun lainnya.  Mesjid Raya Baiturrahmanini pernah menjadi saksi bisu, ketika mereka rame-rame diajak berikrar untuk“taubat” (?) dan kembali pada ajaran Islam yang benar.  Krisis aqidah yang melanda generasi mudiamuslim ini tentu menjadi kewajiban semua umat Islam untuk mengantisipasi ataumengatasinya sedini mungkin. Karena itu, khutbah pada hari muliaini mengambil judul “Menanam Aqidah Islam pada Generasi Muda. Sehubungan dengan judul ini,setidak-tidaknya terdapat tiga pertanyaan utama yang perlu dijawab. Pertama,apakah aqidah Islam itu? Kedua, siapakah yang disebut generasi muda? Ketiga,bagaimana pula aqidah Islam itu ditanam ke dalam jiwa generasi muda? Semogajawaban dari ketiga pertanyaan ini menjadi bahan renungan dan iktibar bagi kitasemua.

Hamba Allah yangmulia !

Peranyaan pertama, apakah aqidah Islam itu? Aqidah Islam secararingkas itulah iman (الايمان) sesuai ajaran Islam. Jika orang bertanya lagi, apakahiman itu? Secara etimologis kata iman berasal dari bahasa Arab yangartinya pembenaran hati (percaya). Sedangkan menurut istilah, pengertian imanadalah membenarkan dengan hati (تصديق بالقلب), diucapkan dengan lisan (وإقرارباللسان), dan diamalkan dengan anggotabadan/perbuatan (وعمل بالأركان). (Lihat: At-Taudhiihwal Bayaan li Syaratil Iimaan, karya Imam Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di,dan At-Tauhid Lish Shaffits Tsani Al-’Ali, karya Al-Allamah ShalihFauzan Al-Fauzan). Jika orang bertanya, apa isi aqidah Islam itu?Jawabannya adalah beriman kepadaAllah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari kemudianserta beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.Keenam rukun iman inimerupakan inti daripada aqidah Islam. Dalil-dalinya, antara lain; (al-Nisa’:136), (QS. Al-Baqarah: 285), (QS. Al-Qamar:49).

style="mso-char-type:symbol;mso-symbol-font-family:HQPB2">

Nabi Muhammad saw juga bersabda:

 ( الإِيْمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِوَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ )

Iman adalah: kamu beriman kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya,kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian dan takdir yang baik maupunyang buruk. (HR. Muslim).

 

Ma’syiral muslimin rahimakumullah!

Pertanyaankedua, siapakah yang disebut generasi muda? Istilah generasi muda (syabbun/fata) adalah suatu istilahyang tidak asing, istilah ini umumnya merujuk pada sosok anak manusia yangmemiliki kemampuan luar biasa, baik kemampuan fisik, mental, intelektual maupunmoral yang sedang berada dalam tingkat perkembangan dan daya guna yang optimal.Generasi muda adalah lambang kekuatan, kekuasaan, vitalitas, dan energi yangmemiliki kemampuan untuk menemukan dan menciptakan sesuatu dalam bentuk yangterbaik. Sejarahpun mencatat bahawa pengibar panji Islam dari masa ke masahampir semuanya didominasi oleh sosok generasi muda. Sebut saja nama-namaterkenal seperti Ashabul Kahfi (QS. Al-Kahfi: 13),  Yusuf AS, Ali bin Abi Thalib, Usamah bin Zaid,Umar bin Abdul Aziz, Thariq bin Ziyad, Salahuddin Al-Ayyubi, Muhammad Al-Fatih,Hasan Al-Banna dan lain-lain.

HambaAllah yang mulia!

Generasimuda biasanya memiliki hasrat yang tinggi untuk melakukan suatu perubahan. Halini menjadikan mereka berpotensi untuk berbuat kebajikan, dan juga potensialuntuk membuat keonaran. Jika dikembangkan kearah positif maka para pemuda dapatmenjadi asset yang berharga bagi agama dan bangsa. Misi Islam yang sebenarnya,adalah pengarahan manusia mencapai derajat kemanusiaan yang luhur, yang sesuaidengan kemuliaan manusia, yaitu memiliki budi pekerti mulia dan bersikap luhursesuai dengan kemuliaan manusia sebagai pemimpin (khalifah Allah) di muka bumi.Asy-Syahid Hasan Al-Banna rahimahullah menggambarkan bahwa generasi mudaberkepribadian Islami haruslah memiliki 10 ciri, yaitu; salim al-aqidah (selamatdalam aqidah), shahih al-‘ibadah (benar dalam beribadah), matinal-khulq (berakhlak kokoh/mulia), mustaqqaf a-fikr (intelek dalamberfikir),  mujahadah linafsihi(berjuang melawan nafsu), harishun'ala waqtihi (pandai menjaga waktu), munazhzhamun fi syu'unihi (teraturdalam menjalankan suatu urusan), qadirun 'ala al-kasbi (mandiri) dan nafi'unlighairihi (bermanfaat bagi orang lain). Selain itu, pemuda Islam jugadituntut supaya membuat masa muda lebih bermanfaat lagi. Untukitu, pemuda muslim metilah idealis, kreatif, selalu ingin tahu,berani, pantang menyerah, optimis, beribadah dan beramal shaleh, selalu belajardan rajin mencari ilmu.

Ma’syiral muslimin rahimakumullah!

Pertanyaan ketiga, bagaimanakah cara menanam aqidah Islamitu ke dalam jiwa generasi muda sehingga mereka menjadi generasi muda muslimyang ideal itu? Jawaban terhadap pertanyaan ini boleh jadi multi perspektif,karena jawabannya mengarah ke strategi di mana semua kita  punya hak untuk memilih atau merancangstrategi yang dianggap paling jitu. Dalam kesempatan yang singkat ini khatibingin menawarkan  suatu strategi, yaitu; strategiberkesinambungan (siyasah tadrijiyyah ) yang patut dijadikan bahanpertimbangan dalam penanaman aqidah Islam pada generasi muda kita.Langkah-langkah dalam strategi berkesinambungan ini antara lain sebagaimanaberikut;

Pertama memilihjodoh yang kuat agamanya. Dari pasangan suami-isteri yang kuat agama diharapkanakan melahirkan keturunan yang taat menjalankan ajaran agama. Pasangan yangtaat menjalankan ajaran agama menjadi modal dasar  dalam pembentukan generasi muda Islami danini merupakan salah satu keberuntungan besar. Sehubungan dengan memilih jodohini, Rasulullah saw bersabda;

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَاوَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Artinya: Wanita dinikahi karena empat faktor.Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka,menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung. (H.R.Muttafaqun ‘alaih).

Kedua, bimbingan indera pendengaran (al-sam’u)dan penglihatan (al-basar) anak dengan ajaran Islam. Misalnya, sejak kecil memperdengarkansuara-suara yang Islami seperti suara azan, iqamah, kalimah thaiyyibah,shalawat, ayat-ayat al-Qur’an, hadis atau pelbagai
do’a; memperlihatkanperilaku-perilaku mulia, terutama dari orang tua dan keluarga;

Ketiga, pembiasaan. Ketika anak sudah mumayyiz dan  mampu berbicara, orang tua mulai membiasakan anakuntuk mengucapkan dan menghafal rukun iman; membiasakan membaca dan melaksanakanajaran agama; mencegah dan menjauhkan mereka dari ucapan dan perilaku tidakterpuji; mulai memperkenalkan  BahasaArab sederhana sebagai modal dasar di kemudian hari sehingga lebih memudahkananak dalam memahami ajaran agama.

Keempat, penjelasan dengan contoh sederhana. Jika anak-anak sudah mampuberfikir abstrak,  penjelasan orang tuaatau guru mengenai rukun iman sebaiknya disertai dalil ‘aqli dengancontoh sederhana. Anak-anak perlu dituntun untuk terus belajar BahasaArab,  menghafal ayat-ayat al-Qur’an danal-hadis yang berhubungan dengan iman; tidak mengarahkan anak memahami sesuatudalam keadaan “taqlid buta”. Pada tahap ini pula, anak-anak  dituntut untuk belajar dan mengamalkan ajaranagama seperti shalat, puasa, bersedekah, dll. Pengamalan ajaran agama inimerupakan bukti beriman secara aktual. 

Kelima, penjelasanrasional dan argumentatif. Ketika anak sudah berumur remaja di mana merekasudah mulai “berfikir kritis”, maka pada tahap ini orang tua/guru diharapkan jugamampu memberikan penjelasan tentang iman dengan dalil naqli dan ‘aqlisecara lebih mendalam dan argumentatif; mereka terus dibina untuk memperdalamBahasa Arab;  mengintensifkanpembelajaran tauhid, dan ilmu-ilmu usuliddin lainnya; menyentuh lubuk hati merekauntuk meningkatkan kualitas iman  melaluikhabar gembira ataupun khabar takut;

Keenam, Islamisasipendidikan. Semua institusi pendidikan di Aceh misalnya, berbasis agama, bukanberbasis sekuler. Islamisasi pendikan antara lain mencakup; Islamisasi guru,islamisasi materi, islamisasi tujuan, islamisasi metode, islamisasi media,islamisasi lingkungan dan Islamisasi semua aspek yang berhubungkait denganpendidikan. Melalui islamisasi pendidikan, diharapkan iman anak-anak dan parapemuda akan semakin kokoh dan mencintai agamanya.

Ketujuh, pengawasan tripusat pendidikan. Pengawasan dari orang tua, guru danmasyarakat sangat penting dalam meraih kejayaan menanam aqidah Islam padagenerasi muda. Selama ini banyak generasi muda kita terjerumus ke dalam aliran sesat, karena lepas kontrol. Parapemuda hidup di kota bagaikan burung lepas dari sangkarnya, tak ada yangmenegur dan mengawasi, mereka hidup di kos-kosan, mereka begitu “merdeka”, jauhdari kehidupan agamis. Pihak institusi pendidikan pun sepertinya lepas tanganterhadap kehidupan pelajar atau mahasiswa di luar  jam belajar. Jika kondisi seperti ini terusberlanjut, maka dikhawatirkan aqidah generasi muda dan perilaku mereka akansemakin jauh dari ajaran agama.

Kedelapan, berdoa. Jangan remehkan do’a untuk mencapai kesuksesan dalammenanam aqidah Islam pada generasi muda kita. Bagaimanapunjuga, kesuksesan menanam aqidah Islam pada generasi muda juga tergantung pada hidayahAllah. Wallahu A’lam.




  Catatan Rektor

Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA

TAUHID TASAWUF DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA (SAMUDERA PASAI)
24 April 2012 21:56:28 

Makalah ini dipresentasikan pada acara Muzakarah Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Se-Asia Tenggara,di Mesjid Sultan Abdul Azis Shah Alam, Selangor Malaysia, 14-15 April 2012

Makalah PDF
Selengkapnya ...



  Pengumuman

Biaya Pendidikan Bidikmisi PTAI 2013
04 April 2013 09:11:34 | admin




  PROJECT IAIN


The Reconstruction of IAIN Ar-Raniry (IDB)
07 April 2009 04:27:45 | admin

Departemen Agama Republik Indonesia merupakan executing agency dalam pelaksanaan proyek rekonstruksi IAIN Ar-Raniry yang tertimpa bencana gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004. Proyek ini didanai oleh pinjaman lunak dari Islamic Development Bank (IDB) di mana tanggal efektif persetujuan pendanaan proyek ini adalah 13 Desember 2006.
Selengkapnya ...


  Polling
Bagaimana Pendapat Anda Tentang PMB Online IAIN Ar-Raniry ?

Sangat Bagus
Bagus
Biasa

   Lihat Hasil