UKK KSR -PMI

PROFIL KSR-PMIUNIT 02 IAIN AR-RANIRY
A. Sejarah Palang Merah Indonesia
Pada Tanggal 24 Juni 1859 di kotaSolferino di bagian utara Italia, terjadi pertempuran antaratentara Prancis dan Austria, yang mengakibatkan sekitar 40.000 tentara terlukadan tewas. Ada seorang tokoh yang bernama Jean HenryDunant yaitu salah seorang warga kebangsaan Swissmelihat pertempuran tersebut, hatinya tergetar menyaksikan beribu-ribu tentara dari kedua belah pihakdi biarkan menderita akibat tidak adanya pelayanan medis.Oleh Henry Dunant mengajak penduduk setempat untukmembantu merawat para korban tanpamembedakan mereka. Melalui pengamatan dan pengalamannya, sekembalinyake Swiss di tuangkan pengalaman yang sangat membekastersebut ke dalam sebuah buku yangberjudul: "memory of solferino" (kenangan dari solferino).
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional mempunyai 7 prinsip yaitu:
1. KEMANUSIAAN
Suatu gerakan Palang Merah dan BulanSabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginanmemberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderita sesamamanusia, persahabatan, kerja sama danperdamaian abadi bagi sesama manusia.
2. KESAMAAN
Gerakan ini tidak membuat perbedaanatas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandanganpolitik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderita manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang parah.
3. KENETRALAN
Agar senantiasa mendapat kepercayaandari semua pihak gerakan ini tidak boleh melibatkandiri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi.
4. KEMANDIRIAN
Gerakan mi bersifat mandiriperhimpunan nasional di samping membantu pemerintah dalambidang kemanusiaan, juga harus mentaati peraturannegaranya, harus selalu menjaga otonominyasehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip gerakan ini.
5. KESUKARELAAN
Gerakan ini adalah gerakan pemberibantuan suka rela. yang tidak didasari keinginan untukmencari keuntungan apapun.
6. KESATUAN
Di dalam suatu negara hanya ada satuperhimpunan palang merah dan bulan sabit merah yangterbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan diselumh wilayah.
7. KESEMESTAAN
Gerakan ini adalah bersifat semesta.Setiap perhimpunan nasional mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam menolong sesama manusia.
Selain prinsip-prinsip diatas Palang Merah dan Bulan Sabit Merah juga mempunyaimisi dan visi:
VISI
Palang merah Indonesia mampu dansiapmenyediakan dan memberikan pelayanan KepalangMerahan dengan cepat dantepat dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar Palang Merahdan Bulan Sabit Internasional.
MISI
Menyebar dan mengembangkan aplikasidasar, melaksanakan kepalang merahan, dan usaha kesehatan transfusi darah
B. Sejarah Terbentuknya KSR PMIUnit 02 IAIN Ar-Raniry
Korps Sukarela Palang merahIndonesia (KSR-PMI) Unit 02 IAIN Ar-Raniry terbentuk pada tahun1994, bersamaan dengan terbentuknya KSR-PMI Unit 01 dan 03 di kampusUniversitas Syiah Kuala dan Abul Yatama.
Sebelum unit KSR-PMI di bentuk, peserta pendidikan dasar (DIKSAR) yangmerupakan utusan dari ketiga Perguruan Tinggitersebut, terlebih dahulu telah "digembleng" dengan berbagai materi dasar Kepalang Merahan. Pendidikan dasar iniberlangsung selama tiga hari di gelanggang Mahasiswaprof. A. Madjid Ibrahim Universitas Syiah Kuala. IAIN Ar-Raniry sendiri mengirim utusannya sebanyak enam belas pesertaterdiri atas: 3 peserta dari Fakultas Syariah,Fakultas Tarbiyah 4 orang, kemudian 3 orang dari Fakultas Ushuluddin, 3 orangdari Fakultas Dakwah, 2 orang peserta dari FakultasAdab, dan satu orang lagi peserta dari Mahasiswa unsurBadan Pelaksana Kegiatan Mahasiswa (BPKM). Yang sekarang disebut dengan nama BEMA.
Terbentuknya semua itu bermodalkan semangat kebersamaan dan kekompakan, ke enambelas personil inilah yang melaksanakanaktivitas-aktivitas keorganisasian pada periode ini dengan segalakekurangan dan keterbatasan yang dimiliki.
C. Struktur KepengurusanKSR-PMI Unit 02 IAIN Ar-Raniry Periode
Komposisikepengurusan KSR-PMI Unit 02 IAIN Ar-Raniry pada periode perdana dipilih oleh dan dari pesertapendidikan dasar (DIKSAR) sendiri dalam suatu fomm terbukadi gelanggang Mahasiswa prof. A. Madjid IbrahimUniversitas Syiah Kuala. Tata cara dan mekanismepemilihan berlangsung secara demokratis dengan menampilkan dua calon Komandan unit yaitu: JAMALIDDIN,peserta utusan fakultas Dakwah dan NASRUL MIADI,peserta utusan dari Fakultas Syariah. Forum demokrasi ini berakhir dengan mengantarkan saudara Nasmi Miaditerpilih sebagai Komandan Unit02 IAIN Ar-Raniry dengan didampingi oleh saudari Nurjannah Abdaly sebagai sekretaris umum. Fomm inisecara kebetulan juga dipimpin oleh saudara Nasmi Miadi yangmendapat "mandat" dan kepercayaan daripeserta Diksar.
D. Struktur Organisasi KSR-PMI
Komandan, Wakil Komandan, Sekum, dan Bendahara dan
Bidang-bidang:
- Departemen Pendidikan dan Kaderisasi
- Deprtemen Penyuluhan, pencegahan dan PenanggulanganBencana
- Departemen organisasi dan Hubungan Antara Lembaga.
Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang ketua di ikuti yang oleh anggota.
E. Kiprah di Lingkungan IAIN Ar-Raniry
Sebagai organisasi termuda,kehadiran KSR-PMI di lingkungan IAIN Ar-Raniry pada periodeawal mendapat "Tantangan dan Perlawanan"dari sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang sudah terpilih dahulu terbentuk. Namun "Tantangan dan Perlawanan" itu dapat di "patahkan" oleh personil KSR-PMI Unit 02 IAIN Ar-Raniry dengan mengadakan aproad kepada pihak Rektorat, agar KSR-PMIyang secara resmi telah dibentuk dan dilantik oleh pengurus cabangPMI kota madya Banda Aceh. Personilnya dapatdilibatkan dan berperan aktif dalam berbagai aktivitas baik internal maupun eksternal kampus sebagaiujung tombak Institut dan mitra sejajar UKM dan UKK yang sudah lama berkiprah di lingkungan IAIN Ar-Raniry seperti Pramuka.
Pendekatan ini membuahkan hasil dengan di ikut sertakan personil KSR-PMI di sejumlah momen, seperti; Orientasiprogram Studi Perkenalan Kampus (OSPEK) bagi calonMahasiswa/i baru, Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), PameranPembangunan dan Industri (PPI) yang di selenggarakanoleh pemerintah provinsi Daerah Istimewa Aceh. Momen sebagaimana tersebut di atas menjadi penting paling tidak sebagai sarana sosialisasidan informasi, bahwa KSR-PMI telah terbentuk di kampus yang menjadikebanggaan dan jantung hati Masyarakat Aceh IAINAr-Raniry.
F. Program-Program Kerja yangPernah Dilaksanakan
1. Diklatsar
2. Kajian keagamaan Dwi Mingguan bagi anggota
3. kajian Jum'atan bagi anggota yang wanita
4. Latihan Dwi Minguan bagi semua anggota
5. Mengikuti Event Lokal/kampus dan Nasional (Wisuda,Ospek, dll)
6. Pelatihan pemadaman kebakaran
7. Seminar Donor Darah dan Donor Darah.
8. SAR LAUT kerja sama dengan SATPOL AIRUD Banda Aceh
9. Mencetuskan dan melaksanakan program Butas (BulanAktivitas) kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan lokasi Banda Aceh, Aceh Besar, dankota Sabang pada Tahun 2001 dengan agenda:
- Reuni Akbar dengan mantan komandan dan para Senior
- Seminar Donor Darah Sunatan massal
- Pembersihan Taman Putroe Phang Kerjasama denganPemkot Banda Aceh
- Penyuluhan Palang Merah, Keagamaan, dan anti Narkobakerja sama dengan Pemkot Sabang, Danlanal,Polres Sabang dan PMI Sabang.
- Penyuluhan/Ceramah agama di Masjid-masjid dan Meunasah
10. Latihan Gabungan tahun 2002 di Lhokseumawe
11. Bakti Sosial Daerah Komplik tahun 2002 di Tiro
12. Penyuluhan Narkoba, Free Sex dan Aborsi tahun 2002 di Simeulue
13. Penanggulangan Bencana Gempa tahun 2002 di Makasar
14. Penanggulangan Bencana Gempa danTsunami Aceh dengan mendirikan Posko kesehatan dan bantuan kemanusiaan sertaevakuasi (satu-satunya posko pertama pada harti pertama Tsunami yang ada dikawasan Masjid Kampus Unsyiah) untuk membantu korban Gempa dan Tsunamidimaksud.
15. Sanitasi di lingkungan IAIN Ar-Raniry.







