Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

333 Peserta KPM UIN Diberi Pembekalan

AR-RANIRY| Sebanyak 333 peserta kuliah pengabdian masyarakat (KPM) regular gelombang II Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry diberi pembekalan oleh Rektor Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA, Selasa (12/9/2017) di Auditorium Prof Ali Hasjmy Darussalam Banda Aceh.

Dalam sambutannya saat membuka coaching (pembekalan), Rektor mengumpamakan coaching ini seperti manasik bagi jamaah calon haji, jamaah harus memahami wajib dan rukun sebelum melakukan ibadah, maka perlu dilakukan manasik. Bagi peserta KPM, coaching ini tujuannya untuk memberikan pembekalan agar peserta mengetahui tujuan dari pada KPM itu sendiri.

“Sebelum ditempatkan di gampong-gampong, peserta terlebih dahulu diberi pembekalan dengan berbagai materi, agar mereka tahu tugas dan kewajibannya masing-masing ketika berada bersama masyarakat,” ujarnya.

Farid menyebutkan, KPM kali ini ada yang ditempatkan di sekitar perkotaan seperti di kecamatan Darussalam dan Ingin Jaya Aceh Besar, ada juga yang ditempatkan pada gampong-gampong diwilayah pedalaman seperti kecamatan Tangse dan Tiro kabupaten Pidie. Berbagai pengamalan akan ditemukan di sana.

Menurutnya, pengalaman yang berkesan itu biasanya khusus bagi yang ke wilayah pedalaman dimana masyarakat masih sangat menghargai dan terbantu dengan kehadiran mahasiswa, apalagi peserta KPM ini dapat membawa dan memberikan hal yang baru untuk membantu dan pengembangan SDM, minimal dapat tampil lebih dari masyarakat setempat atau mahasiswa KPM lainnya, bukan malah sebaliknya.

“Tampil beda merupakan hal yang luar biasa, apalagi dapat mempertahankan cita baik UIN Ar-Raniry akan membuat kami bangga. Mahasiswa UIN Ar-Raniry minimal sekali bica baca Al-Quran dan bisa baca doa, terlebih jika bisa mengajar baca al-quran membantu tengku-teungku ditempat pengajian gampong, serta harus ikut serta pada kegiatan keagamaan lainnya bersama masyarakat,” kata Farid.

Dia menekankan, untuk melakukan sesuatu jangan merasa minder dengan IQ atau kecerdasan intelektual yang dimiliki, IQ cukup 1 persen saja tapi kemauan dan keseungguhan harus mencapai 99 persen, maka akan meraih kesuksesan dengan kesunggungguhannya. Orang yang hebat dan berhasil itu adalah orang yang sungguh-sungguh.

“Semuanya butuh proses, tidak ada yang instan di dunia ini untuk mencapai suatu yang hebat, teruslah berbuat dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, kerena pengabdian ini adalah begaimana mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah ke lingkungan masyarakat,” imbuh Farid Wajdi.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (P2M) Drs. HM. Jakfar Puteh, M.Pd menyebutkan, peserta KPM gelombang ini sebanyak 333 orang, terdiri dari 190 laki-laki dan 143 perempuan. Kali ini lebih banya laki-laki, berbeda dengan beberapa gelombang sebelumnya.

“Peserta KPM gelombang ini akan ditempatkan pada 59 gampong di lima kecamatan, yakni kecamatan Tangse sebanyak 28 gampong, Tiro di 19 gampong, kecamatan Darussalam, Ingin Jaya dan Arongan Lambalek masing-masing dipilih tiga gampong. Pada masing-masing gampong tersebut akan ditempati oleh 6-7 peserta KPM,” kata Dia.

Jakfar menambahkan, peserta KPM akan diantara ke lokasi pengabdian pada 18 september mendatang, untuk kabupaten Pidie dijadwalkan akan diserahkan langsung oleh Rektor dan diterima oleh Bupati Roni Ahmad atau akrab disapa Abusyikm dihalaman kantor Bupati, sementara untuk Aceh Besar akan diserahkan oleh Dekan FTK dan dijadwalkan juga diterima oleh bupati Aceh Besar. [Nat]

 

 

0 Komentar