Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Terima DIPA, 23 Unit Kerja di UIN Ar-Raniry Tandatangani Pakta Integritas

Ar-Raniry, Banda Aceh -  Dalam rangka mengejar target realisasi anggaran tahun 2018, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA telah menyerahkan Daftar Pengisian Anggaran (DIPA) tahun 2018 kepada seluruh unit kerja di lingkungan UIN, Rabu pagi, (10/1). Selain menerima DIPA, 23 pimpinan unit kerja juga menandatangani Pakta Integritas  yang disaksikan Rektor UIN dan berlangsung di aula Biro rektor UIN.

Pakta integritas ini dibuat dalam rangka pelaksanaan anggaran belanja negara yang ada pada DIPA/RKA-KL Unit kerja masing-masing sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku serta secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawabmenuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Ke 23 pimpinan unit kerja di lingkungan UIN Ar-Raniry yang menerima DIPA dan menandatangani Pakta Intergitas tersebut adalah sembilan Fakultas dan Pascasarjana, dua biro, tujuh UPT, dan masing-masing satu Lembaga Penjamin Mutu, Satuan Pemeriksa Intern, dan Kopertais Wilayah V.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) UIN Ar-Raniry, Drs. Junaidi dalam sambutannya mengatakan, Pakta Integritas dibuat supaya unit-unit kerja di lingkungan UIN betul-betul bertanggung  jawab dan tidak korup dalam rangka menuju UIN sebagai wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani.

“Dengan selesainya penyerahan DIPA in, kita harapkan agar seluruh unit kerja di lingkungan UIN agar melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada dalam DIPA sejak di awal tahun sehingga target realisasi anggaran akan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, “ ujar Junaidi.

Ia juga mengungkapkan, setiap triwulan diharapkan target realisasi anggaran mencapai 25 persen sehingga dengan demikian pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ada dalam DIPA tidak menumpuk di akhir tahun.

Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr Farid Wajdi Ibrahim dalam arahannya menyampaikan filosofi orang berlari dalam merealisasikan DIPA.

‘Ibarat orang yang lomba berlari. Dia akan menang kalau sejak awal sudah start untuk berlari. Jadi jangan sampai kegiatan-kegiatan yang ada dalam DIPA baru dikerjakan di akhir tahun, “ harapnya.

Ke delapan poin Pakta Integritas tersebut antara lain yaitu dalam menggunakan DIPA berkomitmen menuju wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih melayani. Selanjutnya yaitu tidakmeminta  atau menerima pemberian baik secara langsung maupun tidak langsungberupa suap, hadiah, bantuan atau bentuk lainnya yang tidak sesuai denganketentuan yang  berlaku.

“Poin selanjutnya yaitu bersikaptransparan, jujur,obyektif dan akuntabel dalam melaksanakan tugas. Menghindaripertentangan kepentingan (conflict of  interest) dalampelaksanaan tugas. Memberi contoh dalamkepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam melaksanakantugas,terutamakepadakaryawan yang  beradadibawahpengawasan saya  dan  sesamapegawaidilingkungankerja  saya  secarakonsisten, “ ujar Junaidi.

Selanjutnya, tambah Junaidi, yaitu menyampaikaninformasipenyimpanganintegritas di UIN Ar-raniry serta turut  menjagakerahasiaansaksi  atas  pelanggaranperaturanyang dilaporkannya. Berperan secara pro aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela dan terakhir yaitu kesiapan menghadapi konsekuensi apabila melanggar poin-poin dalam Pakta Integritas. [zulkhairi]

 

0 Komentar