Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Dekan Fakultas Psikologi UI Jakarta isi Kuliah Umum di Fakultas Psikologi UIN

Mengawali tahun akademik 2017/2018, Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry menggelar kuliah umum dengan tema “Psikologi Pendidikan Untuk Ketahanan Keluarga” bertempat di Theater Room Gedung Museum Serbaguna.  Pemateri kegiatan ini adalah Dr. Tjut Rifameutia, MA, Psikolog yang merupakan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Kegiatan kuliah umum ini diawali pengantar awal dari dekan Fakultas Psikologi, Prof. Eka Srimulyani, PhD yang menyampaikan harapan dan semangat untuk pengembangan fakultas psikologi kedepan, mengingat saat ini prodi psikologi termasuk salah satu prodi yang cukup diminati di UIN Ar- Raniry. Saat ini mahasiswa yang mendaftar berasal dari wilayah propinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Banten. Kuliah umum yang bertemakan Psikologi Pendidikan Untuk Ketahanan Keluarga ini dibuka oleh Rektor UIN Ar Raniry, Banda Aceh. Dalam sambutannya Prof. Dr. Farid Wajidi Ibrahim MA menyatakan bahwa dalam mendidik keluarga sangat diperlukan peran psikologi, bagaimana ayah, ibu dan seluruh anggota keluarga menjadi contoh teladan yang baik bagi anak-anak mereka.

Dalam paparannya, Dr. Tjut Rifa Meutia, MA, Psikolog (Dekan Fakultas Psikologi UI Jakarta) yang juga merupakan cucu Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif menyatakan bahwa ketahanan keluarga adalah kemampuan keluarga untuk menangkal atau melindungi diri dari berbagai permasalahan atau ancaman kehidupan, baik yang datang dari dalam keluarga sendiri maupun dari luar keluarga (lingkungan, komunitas, masyarakat maupun negara) sehingga kemampuan ini sangat penting dalam kehidupan keluarga. Keluarga yang memiliki ketahanan keluarga yang baik akan mampu menciptakan keluarga yang mandiri dan responsif. Menciptakan keluarga yang mandiri dan responsif dalam sebuah keluarga adalah sebuah proses pendidikan sehingga peran keluarga menjadi sangat penting menjadi sebuah tempat belajar, anak dapat mengambil pelajaran dari nenek, kakek, ayah dan ibu serta seluruh anggota keluarga lainnya. Pengalaman yang menyenangkan dalam keluarga akan membuat anggota keluarga merasa nyaman dan aman. Selanjutnya beliau menambahkan ada 5 indikasi yang menggambarkan tingkat ketahanan suatu keluarga, yaitu adanya sikap saling melayani sebagai tanda kemuliaan, adanya keakraban antara suami dan isteri menuju kualitas perkawinan yang baik, adanya orang tua yang mengajar dan melatih anak-anaknya dengan berbagai tantangan kreatif, pelatihan konsisten dan mengembangkan kepribadian, Adanya suami dan isteri yang memimpin seluruh anggota keluarganya dengan penuh kasih sayang dan adanya anak-anak yang menaati dan menghormati orang tuanya.

1 Komentar


staff staff@gmail.com | 14-09-2017 04:21:38

han ek ta baca berita lage nyou. mate dan malee teuh. joklah peulatihan meubacut keu wartawan web...